Custom Search
Tampilkan postingan dengan label info kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info kuliner. Tampilkan semua postingan

Cara Membuat Mie Sendiri

Cara Membuat Mie Sendiri


Ini resep saya dapet dari forum resepkita, yang diulas oleh sdr Yulie - Australia. Saya sendiri belom mencoba karena bahannya seperti air abu dan pewarna mie agak susah, ada mungkin tapi saya gak tau namanya disini apa. Kalau ada kedua bahan itu, saya akan buat dan update disini.

Bahan :

  • 250 gr tepung terigu protein tinggi
  • 1 sdt air ki
  • 1/4 sdt garam
  • 1/4 sdt cmc (pengikat dari pati2an)
  • 100 ml air
  • 6 tetes pewarna kuning muda
Cara mengolahnya :
  • Dalam wadah plastik, aduk tepung, air ki, garam dan cmc.
  • Tambahkan air yang telah ditambah pewarna, aduk rata lalu gumpalkan.
  • Giling dengan gilingan mie dari ukuran terbesar sampai ukuran no.2 tiap ukuran gilingan, digiling 2-3 kali sampai licin.
  • Potong-potong menggunakan gilingan mie.
  • Tabur dengan tepung tapioka biar tidak lengket.
  • Rebus dalam air mendidih hingga matang, lalu angkat kemudian lumuri minyak goreng, aduk rata dan mie siap untuk diolah.
NB : air ki= air abu/air bleng,warna bening seperti air, dijual pasar-pasar tradisional di tukang tahu atau tukang kembang (untuk sesajen) atau biasa juga dijual di toko bahan kimia, fungsinya utk pengenyal mie dan membantu melenturkan mie hingga tidak mudah putus.

*cmc=semacam maizena


[Sumber : http://resepcampur.blogspot.com]

[+/-] Selengkapnya...

Betawi Kuno Ala Warung Besan


Betawi punye cerite begaye he he he . . .ini memang enak sekali, bebas bahan kimia, original, nikmatnya bujubene. memang ini diperuntukkan bagi besan, dan kalau sudah nyantap mertue jadi lupa.........ha ha ha

Betawi Kuno ala Warung Besan


Dian Anditya Mutiara');" width="70" border="0" height="52" hspace="2">Dian Anditya Mutiara');" width="70" border="0" height="52" hspace="2">Dian Anditya Mutiara');" width="70" border="0" height="52" hspace="2">

Inilah sayur besan yang sudah langka itu. Kini makanan ini tersedia di Warung Besan, Jakarta Timur.
Jumat, 9 April 2010 | 15:29 WIB

KOMPAS.com - Seiring menjamurnya makanan siap saji di kota-kota besar seperti Jakarta, masakan tradisional khas daerah yang notabene masakan tuan rumah tidak serta merta tersingkir. Tak sedikit rumah makan atau warung yang mengusung konsep tradisional tetap diminati pengunjung. Apalagi masakan tradisional tak hanya berfungsi sebagai pengisi perut, melainkan juga simbol budaya.

Bagi masyarakat Betawi, masakan khas daerah tak hanya sebagai pelengkap menu makanan di dapur. Lebih dari itu, masakan betawi berperan penting dan mengemban simbol tertentu dalam prosesi adat.

Sayur besan, misalnya, disajikan saat acara besanan dan melambangkan penghargaan tertinggi kepada orangtua mempelai. Sayang, menu tersebut mulai langka. Jarang ada warung yang menyediakan menu masakan betawi kuno seperti itu. Kalaupun ada, boleh jadi harganya cukup mahal.

Disebut sayur besan karena sayur ini merupakan menu istimewa atau menu wajib yang disajikan sewaktu orang Betawi melakukan pernikahan alias besanan. Sayur besan ini adalah masakan berkuah santan dengan isi terubuk, kentang, soun, pete dan ebi. Terubuk atau telur tebu merupakan tanaman musiman yang sudah langka.

Tekstur sayur Besan sangat lembut, harum dan renyah. Sayuran ini sangat digemari warga Betawi. Bahkan orang Betawi menjadikan sayur besan sebagai menu makanan saat acara besanan, lantaran rasanya yang lezat dan nikmat. Tapi karena keterbatasan bahan untuk membuatnya, saat ini sayur besan seolah menjadi masakan khas Betawi yang langka.

Namun tidak demikian di Warung Besan. Menu masakan khas Betawi kuno dapat dijumpai di sini, seperti halnya sayur gabus pucung, sayur besan hingga sayur babanci.

Warung yang berlokasi di Jalan Raya Kalimalang No 37, Pondokkelapa, Jakarta Timur, ini siap memanjakan tamu yang ingin mencicipi nikmatnya menu masakan khas Betawi, salah satunya sayur gabus pucung. Menu masakan gabus pucung di Warung Besan asli diolah dari resep bumbu warisan nenek moyang.

Sanawi, pemilik Warung Besan, mengatakan bahwa menu masakan yang ada di Warung Besan merupakan makanan khas daerah Betawi dan Sunda. "Masakan Sunda dan Betawi lebih khas pada rasa yang manis atau pedas. Kita lebih menajamkan rasa pada setiap masakan. Ini yang tidak ditemui di warung makan khas daerah tertentu di Jakarta," ujar Sanawi dengan nada bangga.

Rahasia gabus pucung

Sanawi membuka sedikit rahasianya dalam mengolah gabung pucung di warungnya. Membuat sayur pucung gabus memang sedikit ribet karena banyak bumbu yang digunakan. Rempah yang digunakan antara lain, bawang merah, bawang putih, kemiri, cabe merah, jahe, kunyit, dan daun salam. Bumbu-bumbu tersebut kemudian diulek dan ditumis sampai harum kemudian dimasukkan ke dalam air hingga menjadi kuah pucung.

Untuk membuat sayur agar tampak lebih hitam dan pekat, terlebih dulu biji kluwek atau pucung dihancurkan dan diambil isinya. Kemudian biji kluwek tersebut dicampur dengan bumbu masak yang sebelumnya telah ditumis. Kemudian dimasukkan ke dalam air dan direbus sampai mendidih dan menjadi kuah pucung.

Sementara itu potongan ikan gabus yang telah digoreng, dimasukkan ke dalam kuah pucung. Campuran ikan gabus bersama kuah pucung lalu dipanaskan hingga mendidih. "Untuk mempertahankan keharumannya, biasanya diberikan daun salam utuh ke sayuran yang sedang direbus," beber Sanawi.

Rasa pucung gabus memang terbilang unik. Perpaduan bumbu dapur membuat rasa masakan ini begitu kuat. Rasa yang gurih, sedikit asin dan pedas, menjadi ciri khas sayur ini sehingga sulit dilupakan oleh siapa pun yang memakannya. Aroma wangi yang keluar dari kuah pucung pun terasa menggugah kita untuk segera menyantapnya.

Gabus pucung akan lebih nikmat jika dimakan bersama lalapan seperti pete, mentimun, kacang panjang dan daun kangkung. Bagi penggemar pedas, sayur pucung gabus juga tak kalah mantapnya jika dihidangkan dengan sambal terasi atau sambal goreng.

Selain menu andalan berupa sayur besan, sayur gabus pucung, di warung ini juga tersedia menu andalan lain seperti, iga bakar super, babat goreng dan gurame terbang. Sebagai compliment, lalapan dan sambal selalu tersedia gratis. Sementara itu, sambal oncom, sambal mangga, sambal nanas adalah adalah sambal favorit pengunjung. Semua jenis masakan di Warung Makan Besan itu bisa dinikmati pengunjung hanya dengan cukup merogoh kocek antara Rp 25.000 - Rp 50.000 per porsi.

Bahan sayur babanci langka

Selain pucung gabus, lanjut Sanawi, masakan Betawi kuno yang sekarang sudah mulai hilang semacam sayur babanci, juga hadir di warung ini. "Kita tahu sayur babanci merupakan sayur kuno khas Betawi yang mulai sulit ditemui lantaran bumbunya yang mulai hilang di pasaran. Tapi kita akan menghadirkan sayur legenda itu di sini," ungkapnya.

Kelangkaan sayur babanci ini disebabkan bahan-bahan untuk membuat sayur itu sudah sulit ditemukan di Jakarta, seperti temu mangga, kedaung, bangle, adas, dan lempuyang. Sementara untuk kelapa muda, daging kepala sapi, dan santan kelapa, masih bisa ditemukan dengan mudah. Lantaran sulitnya mencari sebagian bahan-bahan tersebut, kini warga Betawi hanya menyajikan sayur itu pada hari-hari besar keagamaan sebagai menu keluarga, seperti buka puasa, Hari Raya Idul Fitri, dan Hari Raya Idul Adha.

Menurut Sanawi, sayur babanci ini mirip gulai, tapi wujudnya sayur. Sebab, meski bersantan kental, namun tetap ada cita rasa berkuah segar seperti sayur. Lantaran ketidakjelasan masuk kategori sayur atau gulai, sayur ini disebut sayur banci, dan pada akhirnya disebut sayur babanci. "Nama babanci diambil dari kata kebanci-bancian. Karena memang tidak jelas rasa dan fisiknya masuk kelompok sayur apa gulai," tutur Sanawi.

Untuk membuat sayur ini memang butuh keahlian khusus agar penyajiannya betul-betul sempurna. Selain harus memberikan ramuan bumbu yang pas, juga membutuhkan kesabaran dalam pembuatannya. Mulai dari meracik bumbu, memotong-motong daging kepala sapi, mengerok isi kelapa muda, hingga merebus daging kepala sapi itu sendiri.

"Untuk merebus daging kepala sapi saja butuh waktu sekitar empat jam. Soalnya, kalau cuma sebentar dagingnya tidak bisa empuk. Terus untuk mencampurkan isi kelapa muda harus pas, jangan sampai rasa kenyalnya ilang. Belum yang lain-lainnya, jadi butuh kesabaran," jelasnya.



Warung Besan
Jalan Kalimalang No. 37
Pondok Kelapa
Jakarta Timur


Warta Kota Dian Anditya M

[+/-] Selengkapnya...

Es "Aci Aren Van Garut", Bikin Kangen

Es "Aci Aren van Garut", Bikin Kangen



Inilah es goyobod asli Garut. Minuman tradisional yang asli ini hanya ada di Alun-alun Garut.

JANGAN lewatkan jajanan khas tanah Priangan ini jika kebetulan lewat, melintas, atau mampir di Kabupaten Garut. Meski warnanya kurang menarik tapi es berbahan dasar saripati pohon aren (biasa disebut aci) ini punya cita rasa yang unik. Bukan hanya rasa manis, tapi juga rasa gurih dari adonan saripati aren sangat terasa. Bukan hanya untuk menggelontor rasa dahaga, tetapi cita rasa manis gurih itu bikin lidah ingin terus mengecapnya. Minum satu gelas bisa jadi kurang.

Jajanan tradisional yang sederhana ini juga diolah dengan campuran buah alpukat, potongan roti tawar, pacar cina, kelapa muda, dan kolang-kaling. Tak lupa ditambah sedikit susu kental manis. Jadi, muncul rasa yang bermacam-macam.

Terkenalnya es goyobod ini, juga jadi bahasan di sejumlah blog penyuka kuliner. Berbagai macam komentar muncul dan yang pasti, minuman ini selalu diburu saat berkunjung ke Garut. "Pokoknya jangan lupa, kalau ke Garut cari dan nikmati, tuh, es goyobod, yang asli dan mak nyus," ungkap salah seorang blogger penyuka kuliner.

"Kalau ditanya, apa yang khas di Garut, ya ini. Karena, kalau masakan sunda semua kan hampir mirip. Apalagi lalapan dan sambel. Ini masuk ke jenis minuman tradisional, karena awalnya dari Garut. Meski di sejumlah daerah lain, seperti Bandung, Tasikmalaya, dan Ciamis, bahkan Banjar, ada juga yang jual es ini. Tapi, mungkin rasa sudah ada perbedaan sedikit. Karena, ada yang sudah tidak pakai saripati atau aci aren, tetapi diganti tepung kue," tutur Mang Apin, penjual es goyobod generasi ketiga yang berdagang di Alun-alun Garut, kepada Warta Kota beberapa waktu lalu.

Soal adanya sedikit perubahan cita rasa es goyobod yang ada belakangan ini, bagi Apin hal itu wajar-wajar saja. Orang memang suka berkreasi dengan makanan dan minuman tradisional. Bahkan, lanjut Apin, model adonan es goyobod pun ada yang sudah dicampur berbagai jenis buah, salah satu contohnya yang disajikan di restoran dan hotel.

Tak tergantikan

Untuk tetap mendapatkan cita rasa es goyobod asli Garut, yang harus dipertahankan adalah penggunaan saripati atau aci aren. "Itu yang bikin perbedaan rasa. Gurih dan manisnya adalah paduan dari aci aren, kelapa, dan manis dari gula serta susu," jelas Apin, yang sudah mempertahankan usaha es goyobod keluarga hampir 30 tahun.

Adonan aci aren ini memang tidak tergantikan. Rasa gurih yang muncul ketika mengunyah aci aren di mulut, terasa halus sebelum kemudian muncul rasa gurih.

Ini berbeda ketika mengunyah adonan tepung kue atau kanji sebagai pengganti aci aren. Menurut Apin, rasa gurih itu tidak sekuat dan sekental aci aren. "Jika ingin merasakan yang asli, aci aren belum tergantikan. Hanya saja, sekarang mungkin agak sulit cari aci aren. Di pasar kampung pun mulai jarang, kalau ada dan mau banyak, pesan dulu," imbuhnya.

"Bagaimana, ya, namanya rasa, apalagi buat orang yang doyan makan. Susah euy, mau enggak mau kalau rasa orisinil, ya, cari aci aren. Sesuai namanya, goyobod, itu karena sebutan untuk bahan utama, aci aren ini," ungkap Apin.

Yang Asli, Ya, di Alun-alun Garut

Jangan salah pilih, jika ingin mencoba es goyobod asli Garut, mampir saja ke Alun-alun Garut, dekat tembok penjara. Khusus di lokasi itu, hanya ditemukan satu penjual es goyobod, yaitu Es Goyobod Alun-Alun, milik Apin.

Pedagang es goyobod itu, sampai tiga turunan masih mempertahankan keaslian bahan utama aci aren. Cukup merogoh kocek Rp 3.000, segelas es goyobod bisa dinikmati. "Di Garut ini sudah ada belasan orang yang jualan es goyobod, seperti yang tampak mangkal di seberang RSUD Slamet. Tapi, jangan salah, cuma yang di alun-alun paling mantap, dan masih asli banget rasanya," ujar Hanif, warga Cipanas, Garut.

Hanya saja, calon pembeli harus sabar jika ingin merasakan es goyobod Apin. Pembelinya banyak. Maka, saat berkesempatan mampir di Garut, Warta Kota terpaksa antre beberapa menit sebelum bisa melepas kangen pada rasa es situ. Kangen yang sudah ditahan selama 14 tahun, akhirnya terbalaskan.


WARTA KOTA Celestinus Trias HP

[+/-] Selengkapnya...

Bakso Lombok Uleg Pak Di

Bakso Lombok Uleg Pak Di




Bakso yang satu ini tergolong unik. Mengapa? Karena lain dari bakso pada umumnya. Tidak ada mie, tetapi diganti dengan ketupat. Diberi nama lombok uleg, karena memang sebelum disajikan diberi racikan bumbu dari lombok yang di-uleg. Tentu saja dengan bumbu-bumbu dapur lainnya. Pertama kali mencoba, mungkin akan terasa aneh bagi lidah. Panasnya kuah bakso dicampur dengan sambal lombok uleg. Hemm! Menambah gairah suasana. Apalagi rasa daging bakso dan tahu tak kalah maknyuss.




Tidak ada botol saus yang tersaji di meja makan. Mungkin dianggap kalau rasa pedas untuk bakso sudah terwakili dengan adanya lombok uleg. Dan yang ada hanya botol kecap, serta sedotan untuk muniman. Warung makan bakso lombok uleg Pak Di berlokasi di jalan kaliurang km 6.2 Yogyakarta. Perempatan Ring Road Utara Kentungan, kurang lebih 150 meter naik sedikit ke utara, lalu kiri jalan. Tepat persis di depan supermarket Mirota. Satu porsi bakso komplit harganya Rp. 6.000,00. Bakso Lombok Uleg Pak Di khas temanggung.


[Sumber : http://nurrahmanarif.wordpress.com]



[+/-] Selengkapnya...

Nasi Jamblang, Daun Jati Dan Seabrek Lauk



Nasi Jamblang, Daun Jati Dan Seabrek Lauk




Dian Anditya Mutiara');" width="70" border="0" height="52" hspace="2">Dian Anditya Mutiara');" width="70" border="0" height="52" hspace="2">

Inilah nasi jamblang yang beken di Cirebon. Keunikannya ada pada daun jati pembungkus nasi serta beragam lauk yang siap dilahap bersama nasi.

KOMPAS.COM - Rasanya ada yang kurang bila datang ke kota Cirebon tanpa mencicipi nasi jamblang. Saat memasuki kota itu, dengan mudah kita bisa temui jajaran warung yang menjual nasi yang dibungkus dengan daun jati itu.

Berdasarkan data dari buku kuliner khas Cirebon, ada sekitar 300 penjual nasi atau sega jamblang, baik yang mangkal (warung) maupun yang dijajakan keliling. Nama Jamblang berasal dari nama daerah di sebelah barat kota Cirebon tempat asal pedagang makanan ini. Ciri khas makanan ini adalah penggunaan daun jati sebagai bungkus nasi. Makanan disajikan secara prasmanan.

Menu yang tersedia antara lain sambal goreng (yang agak manis), tahu sayur, paru, semur hati atau daging, perkedel, sate kentang, telur dadar/telur goreng, telur masak sambal goreng, semur ikan, ikan asin, tahu dan tempe serta tidak ketinggalan 'blakutak', sejenis cumi-cumi yang dimasak bersama tintanya.

Awalnya nasi jamblang ini dibuat untuk para pekerja paksa di zaman Belanda yang sedang membangun jalan raya Daendels dari Anyer ke Panarukan yang melewati wilayah Kabupaten Cirebon, tepatnya di Desa Kasugengan. Sega Jamblang saat itu dibungkus dengan daun jati, mengingat bila dibungkus dengan daun pisang kurang tahan lama sedangkan dengan daun jati bisa tahan lama dan tetap terasa pulen. Hal ini karena daun jati memiliki pori-pori yang membantu nasi tetap terjaga kualitasnya meskipun disimpan dalam waktu lama. Uniknya, akan lebih nikmat dimakan secara tradisional dengan 'sendok jari' dan alas nasi beserta lauk pauknya tetap menggunakan daun jati.

Sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa pada nasinya, hanya nasi putih biasa yang harus didinginkan terlebih dahulu beberapa jam, baru setelah itu dibungkus dengan daun jati. Ukuran nasinya tidak terlalu banyak, hanya segenggaman tangan orang dewasa. "Kalau dibungkus pada saat panas akan membuat nasi berubah menjadi merah. itu yang kita tidak mau. Biasanya setelah nasi matang, langsung dikipas dan diangin-anginkan dan hal ini bisa membuat nasi tahan lama," jelas Umar (40), pengelola Warung Nasi Jamblang Mang Dul yang ada di Jalan Ciptomangunkusumo, Cirebon.

Warung Nasi Mang Dul ini menjadi salah satu tempat favorit bagi orang Cirebon dan para pendatang dari luar kota yang ingin mencicipi nasi jamblang. Setiap hari, sekitar pukul 06.00-08.00 pasti orang berjubel tengah menikmati nasi jamblang sebagai sarapan pagi. "Nanti ramai lagi sekitar jam makan siang," tutur Umar.

Sejak sang ayah, Abdul Rojak, meninggal pada tahun 1994, maka namanya diabadikan sebagai nama warung. Sejak tahun 1968 sang ayah sudah berjualan nasi jamblang dengan cara dipikul dan berkeliling kota Cirebon. "Dulu Bapak cuma menjual sekitar 50 bungkus sehari,” Umar mengenang. Setelah mendapat bantuan kredit dari salah satu bank, Mang Dul bisa mangkal di dekat kolam renang dan Stadion Gunungsari yang kini menjadi pusat perbelanjaan Grage Mal.

Saat sang ayah berjualan, lauk pauknya tidak sebanyak sekarang. Dulu hanya ada sembilan macam, di antaranya tahu, tempe, daging, ati, oncom, sambal merah. Saat ini jumlah lauknya ada 20 macam. Harga lauknya berkisar Rp 800-Rp 6.000. Meski sambalnya berwarna merah, sama sekali tidak pedas. Karena terbuat dari cabai merah besar lalu diiris tipis-tipis, bawang merah, serai, lengkuas dan ditumis dengan minyak. Hanya makan dengan sambal saja, bisa tambah nasi berkali-kali.

Selain Warung Mang Dul, masih di sekitar Grage Mal, di Jalan Tentara Pelajar, juga berjajar warung nasi jamblang serupa yang buka 24 jam. Ada sekitar enam warung tenda. Lauk pauk yang dijual pun beraneka ragam.

Warung itu juga menjual makanan kecil seperti keripik, jajanan, buah-buahan yang dijual satuan. Para pedagang ini rata-rata juga sudah berjualan puluhan tahun.

"Dulunya para pedagang disini mangkalnya di areal kolam renang (Grage Mal_Red). Kalau di sini ramainya siang dan malam hari. Biasanya para penjaga toko dan pekerja malam cari makan di sini," ujar Titin Kartini (57). Untuk mempersiapkan semua lauk pauk, ia mempekerjakan empat tukang masak. Selain Titin, anak pertamanya pun turut membuka warung yang sama disebelahnya.

Percaya konsumen

Tidak mudah memasak bermacam lauk dalam sehari, apalagi dengan permintaan yang begitu banyak. Untuk itu di Warung Mang Dul diterapkan sistem masak dalam dua shift. Pada pagi hari masak mulai pukul 09.00-19.00, lalu malam hari masak mulai pukul 19.00-07.00. Untuk itu ada enam juru masak yang membantunya.

"Memang kami masak tidak pernah berhenti. Karena selain untuk di sini, kami masih punya empat outlet lagi yang ada di aal," jelasnya.

Meski permintaan banyak, namun tidak membuat Umar sembarangan memasak makanan. Ia mengaku, sangat ketat dalam pengawasan makanan."Jangan sampai pelanggan komplain, karena kita hanya memikirkan kejar setoran. Kalau seperti ini kami bisa ditinggal pelanggan," kata anak keempat dari lima bersaudara ini.

Untuk memenuhi kebutuhan daun jati, persediaan didatangkan dari daerah Majalengka atau Subang, karena di sana terdapat hutan produktif jati. Untuk menjaga kesegaran daun tersebut, daun jati harus baru setiap hari. Yang dipilih adalah daun jadi berusia dua minggu, yang masih lentur sehingga tidak robek saat digunakan sebagai bungkus nasi.

Setiap hari Umar memasak satu kuintal beras sedangkan di akhir pekan kalau akhir pekan bisa dua kali lipat. Dari rekaman bukti bon yang ada di kasir, dalam sehari pengunjung warung ini bisa mencapai 1.000 orang.

Warung Nasi Jamblang Mang Dul bisa bertahan karena rasa kepercayaan kepada para pelagganan. Pada saat mengambil lauk, konsumen diperbolehkan memilih dan mengambil sendiri lauk pauk yang diinginkan. Para pelayan hanya melayani pengambilan nasi saja atau melayani orang yang ingin membawa pulang nasi jamblang. Jadi ketika akan membayar, konsumen tinggal menyebutkan lauk pauk apa saja yang telah disantap.

"Ini juga pesan mendiang Bapak, bahwa kita harus percaya kepada konsumen. Dan kami pun harus selalu berpikir positif," tandas Umar.



Warta Kota Dian Anditya M

[+/-] Selengkapnya...

Dessert Aman & Lezat Untuk Pediet


Dessert Aman & Lezat untuk Pediet


Fitri Yulianti - Okezone



Baby tiramisu, keju lembut khas Itali, ricotta, sebagai salah satu bahan pembuatnya ternyata non fat. (Foto: 3.bp.blogspot)

PEDIET harus mengurangi porsi makan. Tapi siapa yang rela kalau di tengah pesta, Anda harus mengabaikan sederetan dessert yang tersaji di sana. Meski makanan sehat kerap tidak lezat, terdapat beberapa dessert yang aman untuk diet Anda.

Anda pecinta berat cokelat, tapi harus memusuhinya lantaran sedang diet? Faktanya, larangan untuk tidak makan cokelat saat menjalani program penurunan berat badan, itu artinya Anda telah melakukan kesalahan besar.

“Saya telah memerhatikan pola diet sebagian besar orang. Saat mencoba mengatur jenis makanan yang masuk, mereka justru melakukan salah kaprah,” ujar Nicco Micco, nutrisionis, seperti dilansir Eatingwell.

Diet bukanlah tentang menjauhkan diri Anda dari makanan kesukaan, tapi makan lebih sedikit kalori daripada kalori yang Anda bakar. Jadi, Anda tetap bisa menikmati makanan lezat, termasuk di dalamnya menyantap dessert (padahal kita tahu, dessert mengandung banyak kalori).

Cobalah tiga dessert berikut yang punya kalori kurang dari 150 kalori.

Hot fudge pudding cake

Makanan ini mengandung 142 kalori dan 4 gr lemak. Makanan pencuci mulut ini benar-benar akan memanjakan mulut Anda. Bagi pecinta moka, Anda akan suka menikmatinya bersama kopi panas, atau sekadar air putih hangat.

Baby tiramisu

Makanan ini mengandung 107 kalori dan 2 gr lemak. Makanan penutup Itali yang rendah rendah kalori ini sangat mudah dibuat. Keju lembut khas Itali, ricotta, sebagai salah satu bahan pembuatnya ternyata juga non fat, tapi menyediakan sedikit protein untuk tubuh Anda.

Chewy chocolate cookies

Makanan ini mengandung 68 kalori dan 1 gr lemak. Teksturnya yang lembut sangat pas dinikmati setelah Anda membekukannya terlebih dulu. Untuk membekukannya, lapisi cookies di antara lembaran-lembaran kertas lilin (wax paper) dalam sebuah wadah, kemudian biarkan mencair pada suhu ruangan sekira 15 menit sebelum dimakan.(ftr)




[+/-] Selengkapnya...

Sentuhan Mediterania Dalam Masakan Manado



Sentuhan Mediteranian dalam Masakan Manado


Papaya salad (Foto: Ist)


SUKA dengan hidangan Manado yang kaya rasa? Tak ada salahnya nanti malam mampir ke Pacific Restaurant, Hotel The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta. Selain menikmati menu tradisional dalam atmosfer modern, presentasi hidangan pun dijamin ”beda”.

Dalam rangka peluncuran buku kuliner Manado Papaya Flower, sang penulis Petty Elliott ingin berbagi cita rasa menu Manado kepada para tamu. Dalam acara Makan Malam Cita Rasa Manado hari ini, wartawati sekaligus pemerhati kuliner ternama ini bakal menyajikan enam menu asal ibu kota Sulawesi Utara yang dipengaruhi cita rasa Mediteranian.

Menurut Petty, secara umum kuliner Manado kaya rempah favorit Asia Tenggara, seperti cabai, sereh, jahe, dan kunyit. Namun, mengingat perempuan berdarah Manado-Belanda ini berpengalaman keliling dunia dan pernah tinggal di Inggris, perpaduan unsur tradisional dengan modern dari Barat tidak bisa terhindarkan.

Dalam acara jamuan istimewa malam nanti, Petty akan memulai dengan panganan berporsi kecil, yakni corn cake dengan saus salsa yang merupakan perpaduan tomat, basil, dan mint. Ada pula sate ayam dengan saus kelapa dan kacang. Sebagai hidangan utama adalah tuna yang dipadu sambal dabu-dabu, dilanjutkan kehangatan sup beraroma jahe, sereh, dan pandan.

Tidak kalah unik, para tamu bisa mencicipi risotto ala Manado berupa nasi berbaur jagung dengan bumbu rempah dan gula kelapa cair. Sebagai pelengkap, di atasnya disajikan king prawn.

Sebagai sajian unggulan adalah angus beef cooked with young nutmeg clove leaves sauteed papaya flower. Selanjutnya, acara makan malam spesial ini akan ditutup dengan dessert berupa nutmeg fruit pannacotta yang memiliki sentuhan cita rasa asam-segar dari buah mangga dan jeruk, plus cita rasa gurih coconut tuile.

Kepiawaian Petty dalam meracik masakan tak perlu diragukan lagi. Keikutsertaan dalam BBC Master Chef Competition beberapa tahun lalu merupakan titik awal yang memotivasinya untuk mendemonstrasikan berbagai jenis masakan serta menulis mengenai kuliner sekembalinya ke Jakarta pada 2002.

(Koran SI/Koran SI/tty)

[+/-] Selengkapnya...

Espresso, Kopi Yang Spesial

Espresso, Kopi yang Spesial




espresso_still_life


Pertama kali espresso dikembangkan di Italia sebagai negara penghasil rasa yang sangat enak. Namun di berbagai negeri dan kebudayaan juga mengembangkan metode pembuatan minuman sejenis espresso. Misalnya di Indonesia, espresso dikenal juga sebagai tubruk atau yang tidak disaring. Meski ada sedikit perbedaan meski cara ekstrasinya sama. Perbedaannya adalah tubruk biasanya memiliki ampas.

Bagaimana rasa espresso? Bagi pencinta sejati, mereka sangat menggemari espresso karena memiliki citarasa yang sebenarnya. Aroma pada secangkir espresso sangat kuat dan harum. Espresso juga kaya akan rasa . Karena pekat, espresso cenderung lebih kental dan lembut. Rasa dari espresso yaitu manis bercampur pahit. Ada juga yang mengatakan manis seperti karamel.

Espresso biasanya disajikan pada cangkir yang kecil mengingat kepekatan dalam secangkir espresso. Secangkir espresso biasanya hanya sekitar 40 mililiter. Dan cara penyajiannya yaitu langsung disajikan setelah dimasak dan biasanya dihidangkan bersama gula dalam cangkir kecil. Hal ini akan membuat aroma dan keharuman benar-benar terasa nikmat.

Pembuatan Espresso

Bagaimana cara mengolah espresso? Jika cara memasak espresso tepat, maka pada bagian atas secangkir espresso terdapat suatu lapisan yang disebut crema yang berupa buih berwarna emas kecokelatan. Lapisan ini bisa diperoleh jika telah dilakukan proses yang benar dan dihasilkan dengan susah payah, yang menambah kelembutan dan mempertahankan sebagian aromanya. Jika pembuatan espresso tidak benar maka espresso terasa pahit. Espresso yang benar pembuatannya seharusnya terasa manis kepahit-pahitan. Jika cangkir Anda terlalu penuh atau kopinya tidak berlapis crema, maka yang disajikan kepada Anda kemungkinan keras dan terlalu lama diekstrak dan dimasak. Jadi jika Anda berada di resto atau kafe dan memesan espresso, Anda sebaiknya memperhatikan cangkir dan rasa espresso tersebut apakah sudah memenuhi syarat secangkir espresso.

Cara membuat espresso yaitu dengan menggunakan racikan biji pilihan. Biji pilihan tersebut kemudian disangrai sampai berwarna cokelat gelap namun jangan sampai kehitaman. Setelah itu digiling lebih halus daripada biasa. Namun, proses memasak espresso yang cukup unik. Espresso dimasak dengan memanfaatkan tekanan uap. Sedangkan jumlah yang digunakan untuk satu porsi penyajian espresso sekitar dua pertiga jumlah untuk membuat biasa, namun dengan menggunakan jumlah air yang jauh lebih sedikit. Proses memasaknya mengeluarkan esens dari biji-biji .

Untuk membuat espresso, Anda bisa menggunakan beberapa alat berikut yang dapat dibeli dengan mudah. Yang paling murah adalah teko khusus pembuat espresso. Namun hasilnya adalah yang tidak terlalu kental dan tidak terlalu banyak crema. Alat lainnya adalah mesin uap listrik. Sedangkan yang paling mahal adalah mesin piston dan mesin pompa. Keduanya akan menghasilkan tekanan yang cukup besar untuk menghasilkan espresso dengan kualitas terbaik.

Tetapi jika Anda tidak menyukai yang pekat seperti espresso, maka Anda bisa membuat varian lainnya dengan bahan dasar espresso. Ada beberapa jenis minuman yang menggunakan bahan dasar espresso misalnya cappuccino atau bisa juga dibuat menjadi caffe latte bercampur krim.

Apakah Espresso Berbahaya?

memiliki kafein yang memiliki bahaya untuk kesehatan tubuh. Secangkir espresso yang adalah pekat memiliki kadar kafein lebih tinggi dari biasa. Kafein yang terkandung dalam memiliki efek stimulan yang tidak baik untuk kesehatan. Kafein dapat menyebabkan seseorang sulit tidur. Kafein juga menyebabkan seseorang sulit mengendalikan emosi serta sulit berkonsentrasi. Kafein juga diindikasikan bisa memicu kanker.

Selain kafein, ternyata espresso atau tubruk bisa meningkatkan kadar kolesterol. Biji mengandung senyawa peningkat kadar kolesterol, yang disebut kafestol. Kafestol akan keluar dari biji saat air panas dituangkan secara langsung pada bubuk. Dalam pembuatan espresso, air panas akan langsung disemprot dengan tekanan tinggi ke sehingga akan menghasilkan kafestol. Proses pembuatan espresso tanpa menggunakan saringan kertas sehingga akan menghasilkan cukup banyak kafestol. Jika tidak menggunakan saringan kertas, maka kafestol masih terkandung dalam seduhan itu.

Kafestol yang terkandung dalam secangkir espresso kira-kira sebanyak 4 mg bahkan lebih. Kandungan kafestol sebanyak itu dapat meningkatkan kadar kolesterol sebanyak 1 persen. Tetapi peningkatan kadar kolesterol tidak terlalu banyak jika Anda hanya meminum secangkir kecil espresso sehari.

Nikmati Espresso Anda

Espresso atau sering juga disebut tubruk memang memiliki ciri khas dan citarasa yang khusus. Bagi penggemar , espresso adalah pilihan yang terbaik. Anda juga dapat dengan mudah membuat espresso di dapur Anda sendiri. Hasil yang baik diperoleh melalui ketekunan dan upaya yang berulang-ulang untuk menghasilkan espreso dengan crema dan buih dari susu. Bagi penggemar , espresso bisa disebut sebagai esens dari yang sangat nikmat. Namun sekali lagi, minumlah dengan bersahaja demi kesehatan Anda. Yang penting Anda sudah bisa menikmati secangkir espresso dengan kenikmatan yang spesial.


Sumber : kumpulan.info/kuliner/artikel-kuliner/35-artikel/188-espresso--yang-spesial.html


(www.lintasberita.com)

[+/-] Selengkapnya...

Template by : Kendhin x-template.blogspot.com