Custom Search
Tampilkan postingan dengan label info psikologis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info psikologis. Tampilkan semua postingan

Analisa Kepribadian Melalui Facebook

Analisa Kepribadian Melalui Facebook



Penulis : Ikarowina Tarigan


Analisa Kepribadian Melalui Facebook

hubpages.com



GAMBARAN atau kesan yang Anda hadirkan dalam situs jejaring sosial, seperti Facebook, cenderung menggambarkan diri Anda yang sesungguhnya.

Temuan ini diungkap oleh para psikolog. Para psikolog ini mencaritahu apakah orang-orang cenderung berbohong di Facebook atau jejaring sosial lainnya dan membiarkan teman mereka mendapatkan kesan yang salah.

Hasil menunjukkan bahwa orang-orang yang menghabiskan waktu di situs jejaring sosial cenderung mencerminkan pribadi mereka yang sebenarnya. Mereka tidak berusaha menyembunyikan pribadi mereka.

Menurut peneliti Sam Gosling, PhD, dari University of Texas, orang-orang menghadirkan diri mereka secara akurat karena mereka tidak mencoba untuk tampil bagus sekaligus sebagai uji coba kegagalan.

Dalam studi yang dipublikasikan di Psychological Science ini, peneliti memberikan kuesioner kepada 236 mahasiswa pengguna situs jejaring sosial Facebook di Amerika Serikat serta Studi VZ dan Schueler VZ di Jerman. Tes ini menunjukkan ciri-ciri kepribadian ideal dan aktual pengguna. Hasilnya kemudian dihubungkan dengan penilaian oleh teman-teman dan pengamat lainnya.

Pribadi ideal

Menurut peneliti, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pengguna berusaha menciptakan profil pribadi yang ideal. Hal ini, terang peneliti, menunjukkan bahwa orang menggunakan profil online untuk mengekspresikan dan menunjukkan diri mereka sebenarnya, bukan untuk menciptakan kesan yang salah.

"Bisa mengeskpresikan kepribadian secara akurat, memuaskan kebutuhan dasar untuk dikenal orang lain," tutur Gosling, seperti dikutip situs webmd.com.

Temuan baru ini menentang asumsi umum yang menyatakan bahwa orang-orang menggunakan profil untuk menciptakan dan menggambarkan pikiran-pikiran ideal mengenai diri mereka, kemungkinan pribadi yang sebenarnya mereka inginkan. (IK/OL-08)



[Sumber : www.mediaindonesia.com]

[+/-] Selengkapnya...

Tawa Cerminan Emosi Universal

Tawa Cerminan Emosi Universal



Penulis : Ikarowina Tarigan


Tawa Cerminan Emosi Universal

diy-stress-relief.com

TERTAWALAH dan dunia akan ikut tertawa dengan Anda. Pernyataan ini bukan hanya gurauan belaka. Studi yang dilakukan para peneliti dari University College London mengungkap bahwa tawa merupakan bahasa universal dari emosi dasar yang dimiliki setiap orang.

Berdasarkan temuan studi, orang-orang dari Inggris dan salah satu suku terisolasi di Afrika sama-sama bisa mengenali emosi dasar seperti senang, marah, takut atau sedih hanya melalui suara, seperti tawa. Padahal mereka mempunyai budaya dan bahasa yang sangat berbeda.

"Hal ini menunjukkan bahwa emosi-emosi ini dan cara pengucapannya sama di seluruh kebudayaan manusia," tutur peneliti Sophie Scott, seperti dikutip situs webmd.com.

Emosi dasar

Dalam studi yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences ini, para peneliti melibatkan partisipan dari Inggris dan suku Himba (yang hidup di sebuah area terpencil di bagian utara Namibia). Suku Himba hidup dengan cara yang sangat tradisional. Mereka manfaatkan air sungai serta belum mengenal listrik dan pendidikan.

Kedua kelompok diminta mendengarkan cerita pendek berdasarkan emosi tertentu. Sebagai contoh, cerita yang menggambarkan kesedihan akibat keluarga yang meninggal.

Di akhir cerita, para partisipan mendengar dua suara, seperti tangisan atau tawa. Mereka diminta mencocokkan suara dengan emosi yang digambarkan dalam cerita. Kelompok partisipan dari Inggris mendengar suara yang dibuat oleh Himba dan sebaliknya.

Hasil menunjukan bahwa suara tawa khususnya sangat dikenali oleh masyarakat dari dua budaya yang berbeda tersebut. Pendengar dari kedua kelompok setuju bahwa tawa merujuk pada perasaan senang, seperti perasaan saat digelitik.

"Gelitikan membuat setiap orang tertawa, bahkan juga pada hewan," terang peneliti Disa Sauter."Hal ini juga terjadi pada primata dan mamalia." Temuan ini, lanjut Sauter, menunjukkan bahwa tawa mempunyai akar evolusi yang dalam.

Selain tawa, suara emosi lainnya yang dikenal secara luas adalah kemarahan, ketakutan, kesedihan, keterkejutan, dan kegembiraan. (IK/OL-5) (Media Indonesia)


[+/-] Selengkapnya...

10 Hal Yang Membuat Manusia Gagal

10 Hal Yang Membuat Manusia Gagal


Ini dia hal yang bisa membuat manusia menjadi gagal :


1. Menyalahkan orang lain
Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan.
Primitif. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah: "Siapa nih yang nyantet?" Selalu "siapa", Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.
Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh, "Adik tuh yang salah", atau, "Mbak tuh yang salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

2. Menyalahkan diri sendiri
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan mengakui kesalahan. Anda pernah mengalaminya? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat, dan sebagainya, Lha, saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha, saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling".

Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang, "Saya kok yang memang salah, tidak mampu, dan sebagainya". Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. Tidak punya goal atau cita-cita
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini: Ada anjing jago lari yang sombong. "Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya". Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang, “Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. "Ah, lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang". "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih". Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.

4. Mempunyai "goal", tapi ngawur mencapainya

Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya, "Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan".

5. Mengambil jalan pintas (shortcut)
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smash 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin!. Karena hal itu melawan kodrat.

6. Mengambil jalan terlalu panjang, terlalu santai
Analoginya begini: Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha, kalau jalannya runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan?

7. Mengabaikan hal-hal kecil

Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. Terlalu cepat menyerah
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. Bayang-bayang masa lalu
Wah, puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa? Kita selalu penuh memori kan? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu maju kan?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik? Nggak ada kan? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. Menghipnotis diri dengan kesuksesan semu
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan, "Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.

(sumber: fortang *Hmpfh*/www.lintasberita.com)

[+/-] Selengkapnya...

Beginilah Jika Bumi Hanya Di Huni 100 Orang Saja

dream indonesia

Beginilah Jika Bumi Hanya Di Huni 100 Orang Saja

Ditulis dalam MOTIVASI oleh pimpii pada Januari 16, 2010

Sungguh menarik jika membayangkan bahwa bumi hanya di huni oleh 100 saja. Coba Likat! Jika seluruh populasi penduduk bumi tinggal dalam satu desa dan disusutkan hingga menjadi tinggal 100 orang saja, dan jika seluruh perhitungan rasio kependudukan masih berlaku, seperti apakah kira-kira profil desa bumi tersebut?

Philip M. Hartner, MD dari fakultas kedokteran Stanford University Amerika Serikat mencoba menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Berdasarkan analisanya pada penduduk desa bumi, ditemukan komposisi sebagai berikut :

  • Dari perbandingan sukubangsa :
  • Maka bumi akan dihuni oleh :

    57 orang Asia,

    21 orang Eropa,

    14 orang dari bagian bumi sebelah barat dan

    8 orang Afrika

    • Dari perbandingan jenis kelamin :

    52 orang perempuan,

    48 orang laki-laki

    • Dari perbandingan warna kulit:

    20 orang kulit putih,

    80 orang kulit berwarna

    • Dari tingkah laku seksual:

    89 orang heteroseksual,

    11 orang homoseksual

    • Dari kekayaan dan kesejahteraan:

    6 orang memiliki 59% dari seluruh kekayaan bumi, dan ke enam orang tersebut berasal dari Amerika Serikat,

    80 orang tinggal di rumah-rumah yang tidak memenuhi standar,

    70 orang tidak bisa membaca,

    50 orang menderita kekurangan gizi,

    1 orang hampir meninggal,

    1 orang dalam kondisi hamil,

    1 orang memiliki latar belakang perguruan tinggi,

    1 orang mempunyai computer.

    Sekarang mari kita renungkan analisa Hartner dan simak hal-hal berikut ini :

    • Jika anda tinggal di rumah yang baik, memiliki banyak makanan dan dapat membaca — maka anda adalah bagian dari kelompok terpilih dan lebih kaya dari 75% penduduk bumi yang lain.
    • Jika andamemiliki rumah yang baik, memiliki banyak makanan , dapat membaca, memiliki computer –maka anda adalah bagian dari kelompok elit
    • Jika anda bangun pagi ini dan merasa sehat — anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin yang mungkin tidak dapat bertahan hidup hingga minggu ini
    • Jika anda tidak pernah merasakan bahaya perang, kesepian karena dipenjara, kesakitan karena penyiksaan, atau kelaparan – anda lebih beruntung dari 500 juta orang yang lainnya
    • Jika anda dapat menghadiri pertemuan politik, ikut kampanye, menjadi caleg, diskusi dan pertemuan keagamaan tanpa merasa takut ditangkap, disiksa, dikucilkan – anda lebih beruntung, karena lebih dari 3 milyar penduduk bumi tidak dapat melakukannya dengan bebas
    • Anda juga mungkin termasuk anggota dari 8% kelompok orang-orang kaya dunia – jika anda sekarang ini memiliki uang di dompet, di bank dan mampu membelanjakan sebagian uang anda untuk makan di restoran.
    • Dan jika anda membaca pesan ini sampai selesai – anda baru saja mendapatkan karunia ganda : karena seseorang memikirkan anda, dan anda lebih beruntung dari 2 milyar orang yang tidak dapat mebaca sama sekali

    Demikianlah. Semoga anda dapat menikmati hari yang indah ini. Duduk di depan computer, merancang hari depan dengan baik, perduli pada sesama. Hitunglah karunia keberuntungan anda bak-baik, dan sampaikan kepada orang lain untuk mengingatkan, bahwa sebenarnya kita adalah orang-orang yang SANGAT BERUNTUNG.





    (Sumber : www.lintasberita.com)



    [+/-] Selengkapnya...

    Cara Rahasia Mengurangi Emosi Anda

    Cara Rahasia Mengurangi Emosi Anda

    Cara Rahasia Mengurangi Emosi Anda

    Doktersehat.com – Sifat gampang marah ternyata bisa diubah, demikian pendapat para peneliti kesehatan mental. Pada salah satu penelitian berhasil ditemukan bahwa risiko serangan jantung bisa ditekan dengan mengurangi rasa marah. Bagaimana cara mengurangi keinginan untuk marah supaya tidak lekas jantungan?

    1. Rajin berolahraga secara teratur dapat mengurangi stres dan memperbaiki suasana hati sehingga bisa mengatasi naik turunnya emosi. Yoga dan olahraga yang membuat rileks efektif untuk mengatasi sifat mudah marah.
    2. Tanyakan kepada diri sendiri apakah dengan marah-marah akan bermanfaat juga buat orang-orang di sekitar Anda. Misalnya, tanyakan “Apakah saya dapat mengontrol situasi ini? Dapatkah saya mengubahnya menjadi lebih baik dengan marah-marah?”
    3. Atasi ketegangan dengan mengambil beberapa napas dalam dan membuat otot-otot rileks. Bisa juga dengan mendengarkan musik lembut atau memvisualkan diri sendiri tengah berlibur di tempat favorit.
    4. Periksa lagi bagaimana cara Anda berkomunikasi dengan orang lain. Banyak situasi yang menyulut kemarahan melibatkan orang lain. Saat diskusi menjadi panas dan membuat marah, hitung sampai 10 sebelum bicara. Ambil napas terlebih dahulu. Dengarkan lawan bicara secara seksama.
    5. Coba sisipkan humor karena terbukti efektif meredakan kemarahan.
    6. Cari alternatif, apakah Anda hanya marah-marah pada situasi tertentu? Selama beberapa minggu, buat catatan kapan dan di mana Anda biasa marah-marah. Kemudian lihat apakah ada kecenderungan tertentu yang memicu kemarahan.
    7. Pertimbangkan konseling bila perlu. Ceritakan pada dokter soal kebiasaan Anda ini. Dokter itu akan merujukkan Anda pada orang yang ahli.

    sumber: Diyah Triarsari

    [+/-] Selengkapnya...

    Meditasi Bisa Menambah Volume Otak

    Meditasi Bisa Menambah Volume Otak








    Berita datang dari negeri paman sam : menurut penelitian volume otak orang yang teratur meditasi lebih besar katimbang yang tidak semedi. Demikian hasil penelitian di Amerika.

    Para peneliti dari Universitas di California membuat scan otak 44 orang. Separuh dari mereka sudah melakukan meditasi selama beberapa tahun. Scan menunjukkan otak mereka lebih besar daripada yang tidak pernah melakukan meditasi. Demikian diterbitkan di majalah ilmiah Neurolmage.

    Meditasi merangsang pembentukan sel-sel otak di hippocampus, thalamus dan lobi temporales. Ini adalah bagian-bagian otak yang punya kemampuan mencerna dan mengutarakan emosi.

    Para peneliti menduga itulah sebabnya mereka yang rajin meditasi tabah dan tegar menghadapi masalah. Mereka yang teratur semedi mampu mempertahankan sikap positif dan stabil. Demikian jelas Eileen Luders, kepala team peneliti, seperti dikutip di situs Science Daily.



    (Sumber : www.lintasberita.com/Griya Informasi)



    Komentar :

    Ini hanya info saja, ada banyak cara meditasi, dan ada juga yg menyarankan utk melakukannya dgn sadar, sebab ada anjuran meditasi mengosonkan pikiran, dan ini katanya berbahaya (berkaitan dgn kekuatan supernatural).

    Dan apakah meditasi dgn sadar (tdk mengosongkan pikiran) dpt menghasilkan
    ketenangan pikiran, emosi yg lebih berkualitas? Dalam artikel di atas dijelaskan.

    Sonny HS

    [+/-] Selengkapnya...

    Teman Curhat, Penting Enggak Sih?

    Teman Curhat, Penting Enggak Sih?




    Teman curhat diperlukan antara lain untuk membuka cara pandang lain.
    Rabu, 6/1/2010 | 19:19 WIB

    KOMPAS.com - Setiap orang memiliki cara sendiri dalam melihat dan mengatasi masalah. Begitu pun dengan cara yang dipilih dalam mencari solusi masalah, akan sangat berbeda satu dengan yang lainnya.

    Seperti dikatakan oleh Anita Kristiana, psikolog dari Yayasan Pulih, setiap individu bisa mengenali apa yang dibutuhkan oleh diri sendiri dalam mengatasi masalah. Karena pada dasarnya, diri sendiri lah yang akan menyembuhkan. Lantas, apakah kemampuan diri itu meniadakan teman bicara atau teman curahan hati?

    Menurut Anita, meski pada akhirnya keputusan adalah sepenuhnya hak otoritas Anda, opini kedua dari orang lain atau orang terdekat tetap diperlukan. Seberapa besar peran teman curhat bagi individu yang tengah bimbang dengan masalahnya? Tanpa menafikan kemampuan personal dalam mencari solusi dan membuat keputusan, teman curhat diperlukan dalam kaitannya dengan:


    1. Membuka cara pandang lain.
    2. Menggali masalah.
    3. Paradigma penyelesaian masalah.
    4. Membuka wawasan.
    5. Mencari alternatif penyelesaian masalah.

    Sampai di sini, teman "curhat"masih punya peran yang cukup penting bagi individu yang dirundung persoalan. Jika Anda mendapati teman "curhat" tak lagi mampu mengantarkan Anda pada keputusan dan bahkan solusi, Anda bisa mencari bantuan profesional (dalam hal ini konsultan atau psikolog) yang secara kapabilitas memiliki kemampuan khusus dalam menangani Anda.

    "Itu pun jika individu tersebut tergerak dengan kesadaran personal untuk mendatangi psikolog. Jika tidak dengan kesadaran personal, rasanya tidak akan terpenuhi kebutuhannya," jelas Anita.


    C1-10

    Editor: din

    [+/-] Selengkapnya...

    Red For Focus & Blue For Creativity

    Info For Us | info kreatifitas

    Penulis : Ikarowina Tarigan




    Warna merah dan biru tidak hanya sekedar warna, tetapi warna ini turut menentukan seberapa konsentrasi atau seberapa kreatifkah Anda. Hal ini diungkapkan dalam a new color association study yang dipublikasikan di Science Express.

    Kunci utamanya: warna merah membuat orang lebih berorientasi pada hal-hal yang detail, warna biru meningkatkan kreatifitas, dan kedua efek warna ini terjadi di alam bahwa sadar kita. Ravi Mehta, MBA, dan Rui Zhu, PhD, dari Sauder School of Business di Canada's University of British Columbia, melakukan 6 studi mengenai warna untuk membandingkan efek warna merah dan biru.

    Mereka hanya membandingkan warna merah dan biru biasa dengan intensitas dan keterangan yang sama. Mereka mencobanya dalam 6 studi. Di masing-masing studi, mahasiswa yang tidak buta warna, diminta untuk melakukan beberapa tugas berbeda termasuk menghapalkan kata-kata pada layar komputer dengan screen saver warna biru atau merah, mendisain satu permainan anak dari objek warna merah atau biru, serta mengkopi dan mengedit daftar alamat.

    Merah Fokus, Biru Kreatifitas

    Di setiap studi, para mahasiswa lebih fokus saat mengerjakan tugas yang mengandung unsur warna merah dan lebih kreatif saat terdapat elemen warna biru. Sebagai contoh, ketika screen saver berwarna merah, mereka lebih akurat dalam tes memori dan menjadi kopi editor yang lebih baik. mereka juga mendisain mainan yang lebih praktis dari objek berwarna merah.

    Menurut Mehta dan Zhu, hal ini disebabkan oleh warna merah yang memberi sinyal untuk lebih berkonsentrasi dan lebih berhati-hati, seperti lampu merah di jalan raya. Berbeda dengan merah, biru merangsang kreatifitas. Para mahasiswa menciptakan mainan yang lebih alami dari objek berwarna biru.

    Ketika ditanya apakah warna merah atau biru yang lebih menguatkan fokus dan warna mana yang merangsang kreatifitas, mahasiswa memilih warna biru untuk kedua kategori. Menurut para peneliti, hal ini karena mahasiswa lebih menyukai warna biru.

    Mehta dan Zui mengambil kesimpulan, warna-warna tertentu lebih cocok untuk suatu tugas tertentu pula. "Jika pekerjaan tertentu memerlukan perhatian penuh (misalnya untuk mengingat informasi atau memahami efek samping obat baru), untuk ini, warna merah khususnya sangat cocok," tulis peneliti.

    "Akan tetapi, lanjut Mehta dan Zui," jika pekerjaan memerlukan kreatifitas dan imaginasi (misalnya untuk mendisain toko seni, atau produk baru, warna biru akan lebih menguntungkan."


    (*/webMD.com)

    [+/-] Selengkapnya...

    "Jangan Gunakan Tinta Merah untuk Menilai"

    Info For Us | info psikologis

    Mungkin Anda ingat dgn peristiwa semasa kecil, waktu duduk di Sekolah Dasar (SD), seringkali pekerjaan rumah kita atau ulangan diponten (dinilai) dgn menggunakan tinta merah.
     
    Sang Guru tdk peduli nilai bagus atau jelek, kebanyakan menggunakan tinta merah, kecuali stok tinta merahnya habis baru menggunakan warna yg lain ha ha ha . . .
     
    Rupanya kebiasaan ini (menggunakan tinta merah) dpt melukai secara psikis anak didik, apakah dulu kita merasakan seperti itu, atau ini hanya berlaku bagi anak Australia saja, menarik utk dicermati?!
    PARA pengajar sebaiknya tidak menggunakan tinta merah untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswanya karena hal itu dapat melukai psikis anak didik. 

    Hasil penelitian para pemerhati pendidikan di Negara Bagian Queeensland, Australia, yang tertuang dalam buku berjudul Good Mental Health Rocks, mengungkapkan penggunaan tinta merah diindikasikan dengan sikap terlalu agresif dan menyerang kelemahan siswa sehingga timbul perasaan tidak berguna. 

    Buku yang didistribusikan kepada 30 sekolah di Queensland itu juga mengampanyekan agar para pengajar berinisiatif untuk menjadwalkan pengajaran secara privat, tidak segan meminta maaf jika diperlukan, dan membimbing para siswa agar mampu mengolah kemampuan pribadi mereka daripada fokus mencari kelemahan mereka. 

    Buku itu juga dirancang untuk membantu para guru supaya lebih memperhatikan kesehatan mental murid mereka di dalam kelas. 

    "Ini merupakan solusi awal dari masalah yang paling serius, yaitu depresi yang sering mengakibatkan tindakan bunuh diri di kalangan remaja," ujar Kepala Dinas Kesehatan Queensland, Stephen Robertson. (*/Reuters/X-5)
     
     
    (Sumber: Reuters, www.mediaindonesia.com)

    [+/-] Selengkapnya...

    Arti Coretan Anda | info for us

    post by info for us

    kategori psikologis

    Arti Coretan Anda




    Anda baru saja menikah dan senang corat-coret? Ini dia artinya. 

    Payung 
    Menggambarkan keinginan untuk memberikan bantuan pada pasangan atau melindungi diri dari pengaruh luar yang tidak menyenangkan. 

    Bintang 
    Gambar bintang yang dibuat berulang-ulang menandakan Anda perempuan yang sangat romantis. 

    Mobil 
    Gambar mobil mewah biasa melambangkan keinginan akan benda atau materi dalam hidup. Nah, kalau gambar kereta api melambangkan Anda sangat berhati-hati dalam melakukan sesuatu tapi bertekad menuntaskannya. Gambar kapal pesiar? Wah, ini artinya Anda berharap lari dari situasi yang mengekang. 

    Sarang laba-laba 
    Ini menandakan perasaan terjebak atau keinginan untuk membujuk seseorang ke dalam hubungan atau situasi tertentu. 

    Pohon 
    Terkadang kita menggambar sebuah pohon hanya batang saja, tanpa daun, ranting atau bagian pohon lainnya. Nah ini dapat menunjukkan apa yang Anda rasakan di dalam hati, yaitu terkucil tanpa ikatan keluarga yang kuat. Gambar pohon dengan daun ditiup angin menunjukkan ketidakstabilan dalam hubungan. 

    Zigzag

    Gambar ini mensinyalkan kebutuhan untuk kembali ke masa kanak-kanak, untuk lari dari realita hidup sehari-hari yang keras.

    Tak hanya coretan gambar yang bisa diartikan. Besarnya gambar dan letak di halaman kertas pun punya makna. 

    - Gambar besar biasa dibuat orang yang ekstrovert dan senang menjadi perhatian. Sementara gambar berukuran kecil banyak dibuat orang yang bisa fokus, mempunyai banyak koordinasi motorik yang baik dan lebih pendiam. 

    - Gambar yang sangat besar di tengah halaman menunjukkan Anda menginginkan peran penting di dalam hidup. 

    - Gambar di sudut halaman artinya Anda orang yang tenang dan tak ingin tampil menonjol. 

    - Gambar yang dimulai dari kiri ke kanan menunjukkan cara kerja pikiran bawah sadar. Sebaliknya gambar yang dimulai dari kanan ke kiri berarti Anda sangat mengandalkan logika. 

    - Gambar dimulai dari dasar halaman ke atas menandakan kepribadian yang ambisius. Gambar dimulai dari tengah kertas ke arah luar lalu kembali ke dalam lagi menandakan Anda lebih introvert. 

    - Goresan ringan menunjukkan hari yang baik. Sebaliknya goresan berat dan gelap bisa menandakan Anda sedang depresi.

    Erma Dwi Kusumastuti 

    (www.kompas.com)


    [+/-] Selengkapnya...

    Template by : Kendhin x-template.blogspot.com