Custom Search

Agar Terhindar Dari KDRT

Wanita terancam menjadi korban kekerasan seksual.


KOMPAS.com - Kasus kekerasan tak hanya terjadi dalam ranah rumah tangga (KDRT), tetapi juga saat masa pacaran. Jenisnya kekerasan fisik, psikis, seksual, dan ekonomi.

Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) dalam Catatan Tahunan 2008 menuliskan dalam portal resminya, jenis KDRT paling tinggi adalah kekerasan ekonomi yang terjadi terhadap para istri. Tertinggi kedua adalah kejahatan seksual dalam komunitas.

Untuk menghindarinya, mulailah sejak masa pacaran. Pastikan masa kencan berjalan sehat dan aman. Jika tidak, Anda harus segera ambil keputusan. Karena sekali terjadi kekerasan, hal tersebut akan selalu berulang. Toleransi yang kerap diberikan perempuan hanya membuat kekerasan semakin memburuk nantinya. Simak caranya agar kencan Anda sehat dan aman:

Tegas
Lelaki maupun perempuan punya hak yang sama dalam memberikan batasan dalam hubungannya. Katakan dengan jelas pada pasangan apa yang masih bisa Anda toleransi, dan yang tidak. Namun bukan berarti saling mendominasi, katakan dengan menghargai hak-haknya juga.

Komunikasi dua arah
Komunikasikan, dan diskusikan keinginan, mimpi, bahkan batasan Anda dalam menjalani hubungan. Katakan dengan jelas dan tegas sejak awal masa kencan. Tak usah berbasa-basi jika menyangkut hubungan berpasangan. Toh Anda mencari pendamping, bukan sekadar senang-senang bukan?

Rundingkan masalah
Perbedaan bukan jadi alasan untuk menghindari pasangan. Selama keduanya masih terbuka dalam merundingkan masalah, perbedaan atau apapun yang menimbulkan konflik rasanya bisa diselesaikan dengan diskusi. Mungkin akhirnya ada salah satu pihak yang merasa tak didengarkan keinginannya. Cari jalan keluar yang adil bagi kedua belah pihak dengan bernegosiasi.

Hilangkan asumsi
Jangan berasumsi berlebihan dengan membaca keinginan pasangan dari gestur tubuhnya. Pastikan Anda mengetahui keinginannya dengan ucapan langsung.

Percayakan insting
Anda pasti bisa merasakan jika keadaan mulai tidak nyaman, termasuk saat berduaan dengan pasangan. Percayakan perasaan hati terdalam Anda mengenai keadaan tidak aman tersebut. Jangan hanya diam; segera lakukan sesuatu.

Selalu update dengan informasi
Mengikuti informasi terkini bermanfaat untuk hubungan personal Anda. Setidaknya Anda bisa belajar dari apa yang terjadi pada orang lain, dan jika KDRT juga terjadi pada Anda, sudah ada proteksi dalam diri. Atau jika Anda mengalami kekerasan, dengan membaca informasi dari media Anda bisa mengetahui kemana Anda bisa mendapatkan bantuan.

Berani bilang "tidak"
Katakan "tidak" dengan tegas, dan jangan ragu jika Anda dibujuk rayu. Misalkan jika batasan Anda adalah tidak melakukan hubungan seks, namun pasangan merajuk, katakan "tidak" dengan tegas. Atau Anda sudah berulangkali disakiti secara fisik, lalu pasangan merajuk merasa menyesal. Saatnya katakan "tidak" dan selamatkan diri Anda.

Hindari alkohol dan narkoba
Rayuan dengan minuman beralkohol atau narkoba adalah cara lain untuk melemahkan Anda. Jangan pernah ikuti ajakan ini, karena hanya akan menjerumuskan Anda.

Manipulasi atau paksaan untuk melakukan apa pun, apalagi hubungan seksual dari pasangan Anda, adalah bentuk pelanggaran hak kemanusiaan dari pihak yang dipaksa. Cara ini bisa mengarah pada tindakan kriminal seperti perkosaan. Jadi, pastikan pasangan Anda tidak memiliki karakter ini.


C1-10

Editor: din

Sumber: LiveStrong



Komentar :

Membina keluarga yg harmonis perlu upaya dan kerja keras, memang bagi yang memilih menikah dalam suatu keluarga akan mengalami masalah, hal ini juga dijelaskan dalam sebuah referensi, "bahwa orang yang menikah akan ditimpa oleh berbagai masalah".

Namun menikah adalah soal pilihan, oleh sebab itu cinta saja belumlah cukup, perlu tanggung jawab yg besar, dan seringkali dilupakan oleh setiap keluarga-keluarga, yaitu konsep perkawinan yg bahagia, yang bagaimana?

Adakah suatu buku yg benar2 bisa menjadi panutan setiap orang dan universal, yaitu suatu Rahasia Perkawinan yg Bahagia? Tentu saja ada, tergantung upaya Anda dan Anda mempercayainya atau tidak.-

Artikel yang Berhubungan



0 comments:

Posting Komentar

Template by : Kendhin x-template.blogspot.com